NAMA : SUCI HADIANA RANGKUTI
PRODI : M.I R 2.1
Kata Pengantar
Segala puji bagi tuhan yang telah
menolong hambanya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa
pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.
Makalah ini memuat tentang “Perkembangan Koperasi di
Indonesia”
Penyusun juga mengucapkan terimakasih kepada dosen
pembimbing yan telah banyak membantu penyusun agar dapat menyelesaikan makalah
ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih
luas kepada pembaca. Walapun makalah ini memeiliki kelebihan dan kekurangan.
Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya.
Medan, 21 Februari 2014
Daftar Isi
Kata
Pengantar...................................................................................................................1
Daftar
Isi......................................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang...................................................................................................3
1.2 Rumusan
Masalah..............................................................................................
4
1.3 Tujuan Penulisan.................................................................................................
4
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Faktor
Yang Mendukung Koperasi di Indonesia.................................................5
2.2 Faktor Yang Menghambat Koperasi di Indonesia...............................................5
BAB III.
PENUTUP
3.1
Kesimpulan........................................................................................................8
3.2
Saran.................................................................................................................8
Daftar
Pustaka....................................................................................................................9
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Di Indonesia pengenalan koperasi
memang dilakukan oleh dorongan
pemerintah, bahkan sejak pemerintahan penjajahan Belanda telah mulai diperkenalkan. Gerakan
koperasi sendiri mendeklarasikan sebagai suatu gerakan sudah
dimulai sejak tanggal 12Juli 1947 melalui Kongres Koperasi di Tasikmalaya.
Pengalaman di tanah air kita lebih
unik karena koperasi yang pernah lahir dan telah tumbuh secara alami di jaman penjajahan,
kemudian setelah kemerdekaan diperbaharui dan diberikan
kedudukan yangsangat tinggi dalam penjelasan undang-undang dasar. Dan atas
dasar itulah kemudian melahirkan berbagai penafsiran bagaimana harus
mengembangkan koperasi. Paling tidak dengan dasar yang kuat
tersebut sejarah perkembangan koperasi di Indonesia telah
mencatat tiga pola pengembangan koperasi.Secara khusus pemerintah memerankan
fungsi “regulatory” dan “development”
secara sekaligus (Shankar 2002).
Ciri utama perkembangan koperasi di
Indonesia adalah dengan pola penitipan kepada program yaitu:
1.
Program pembangunan secara sektoral seperti koperasi
pertanian, koperasi desa, KUD.
2.
Lembaga-lembaga pemerintah dalam koperasi pegawai
negeri dan koperasifungsional lainnya.
3.
Perusahaan baik milik negara maupun swasta dalam
koperasi karyawan. Sebagai akibatnya prakarsa masyarakat luas kurang berkembang
dan kalu adatidak diberikan tempat semestinya.
Selama ini “koperasi” dikembangkan
dengan dukungan pemerintah dengan basissektor-sektor primer dan distribusi yang
memberikan lapangan kerja XE "lapangan kerja"terbesar bagi penduduk Indonesia. Sebagai contoh sebagian besar KUD XE "KUD"
sebagai koperasi program XE "program" di sektor pertanian didukung
dengan program pembangunan XE "pembangunan" untuk membangun KUD. Disisi lain pemerintahmemanfaatkan KUD untuk mendukung program pembangunan pertanian untuk swasembada
beras seperti yang selama PJP I, menjadi ciri yang menonjol dalam
politik XE "politik" pembangunan koperasi. Bahkan koperasi secara eksplisit ditugasi
melanjutkan program yang kurang berhasil ditangani langsung oleh pemerintah
bahkan bank pemerintah, seperti penyaluran kredit BIMAS menjadi KUT, pola
pengadaan beras pemerintah, TRI dan lain-lain sampai pada
penciptaan monopoli baru. Sehingga nasib koperasi harus memikul beban kegagalan
program, sementara koperasi yang berswadaya praktis tersisihkan dari
perhatian berbagai kalangan termasuk para peneliti dan media masa.
Dalam pandangan pengamatan internasional Indonesia
mengikuti lazimnya pemerintah di Asia yang melibatkan koperasi secara terbatas
sepertidi sektor pertanian (Sharma, 1992).
Namun uniknya, ternyata koperasi Indonesia selama setengah abad lebih
kemerdekaannya, tidak menunjukan perkembangan yang menggembirakan. Koperasi
tampak dipermukaan sebagai “bangun perusahaan” yang kokoh dan mampu sebagai
landasan perekonomian, serta dalam sistem ekonomi Indonesia, koperasi
berada pada sisi marjinal. Dalam usaha pemulihan krisisi ekonomi Indonesia
dewasa ini, sesungguhnya koperasi mendapatkan
peluang (opportunity) untuk tampil lebih eksis. Krisis nilai tukar
dan kemudian membawa krisis hutang luar negeri, telah membuka mata semua
pemerhati ekonomi bahwa fundamental ekonomi yang semula diyakini kesahihannya,
ternyata hancur lebur. Karena masih kurangnya pemahaman tentang
perkoperasian dan gerakan koperasi di Indonesia, maka makalah ini disusun.
1.2 Rumusan
Masalah
Koperasi sebagai salah satu badan usaha yang berkecimpung dalam perekonomian
Indonesia. Jadi sudah sewajarnya kita sebagai generasi muda mengetahuihal-hal
yang berkaitan dengan koperasi tersebut.
1.3 Tujuan
Penulisan
1.3.1 Menjelaskan
Faktor-faktor yang mendukung koperasi di Indonesia
1.3.2 Menjelaskan
Faktor-faktor yang menghambat koperasi di Indonesia
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Faktor-faktor Yang Mendukung Koperasi di Indonesia
Dibawah ini merupakan Faktor
pendukung perkembangan koperasi di Indonesia antara lain :
1.
Partisipasi Anggota
2.
Solidaritas antara anggota Koperasi
3.
Pengurus Koperasi yang juga tokoh masyarakat
4.
Skala usaha
5.
Perkembangan modal
6.
Keterampilan manajerial
7.
Jaringan pasar
8.
Jumlah dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM)
9.
Pemilikan dan pemanfaatan perangkat tekno produksi
10.
Sistem manajemen
2.2 Faktor-faktor Yang Menghambat Koperasi di
Indonesia
Secara umum, ada beberapa hal yang
menjadi latar belakang penghambat perkembangan usahakoperasi di Indonesia :
1. Terbatasnya
kemampuan sumber daya manusia, yang secara langsung mengakibatkan terbatasnya
kemampuan manajerial koperasi.
2. Jaringan
distribusi usaha dan geografi yang terbatas.
3. Belum
memiliki sarana infrastruktur yang memadai.
4. Modal
yang terbatas.
5. Terbatasnya
penerapan prinsip-prinsip ekonomi secara konsisten dalam koperasi.
6. Pelayanan koperasi yang buruk sehingga anggota enggan berkontribusi aktif dalamusaha
koperasi.
7. Rendahnya
tingkat kepercayaan anggota terhadap pengurus koperasi yang
disebabkanoleh kinerja pengurus koperasi yang buruk.
8. Rendahnya
tingkat partisipasi aktif anggota dalam kegiatan usaha koperasi.
9. Adanya
kontradiksi dalam dualisme tujuan usaha koperasi, dimana disatu sisi,
bertujuanuntuk mencari laba sebagai sebuah badan usaha, namun disisi lain,
bertujuan
untuk mensejahterakan anggotanya berdasarkan prinsip kekeluargaan dan saling tolongmenolong
yang pada dasarnya adalah faktor utama penghambat penerapan prinsip- prinsip ekonomi
dalam usaha koperasi untuk mencari laba.
10. Faktor
ekonomi dan politik yang terjadi di Indonesia
Dibawah ini merupakan faktor lain yang menyebabkan
sulitnya perkembangan Koperasi di
Indonesia, antara lain :
·
Image koperasi sebagai ekonomi kelas dua masih
tertanam dalam benak orang – orang Indonesia sehingga, menjadi sedikit
penghambat dalam pengembangan koperasi menjadi unit ekonomi yang lebih besar
,maju dan punya daya saing dengan perusahaan – perusahaan besar.
·
Perkembangan koperasi di Indonesia yang dimulai dari
atas (bottom up)tetapi dari atas (top down) ,artinya koperasi berkembang di
indonesia bukan dari kesadaran masyarakat, tetapi muncul dari dukungan
pemerintah yang disosialisasikan ke bawah.Dalam hal ini seharusnya, pemerintah
bekerja double selain mendukung juga harus mensosialisasikanya dulu ke bawah
sehingga rakyat menjadi mengerti akan manfaat dan tujuan dari koperasi.
·
Tingkat partisipasi anggota koperasi masih rendah, ini
disebabkan sosialisasi yang belum optimal. Masyarakat yang menjadi anggota
hanya sebatas tahu koperasi itu hanya untuk melayani konsumen seperti biasa,
baik untuk barang konsumsi atau pinjaman. Artinya masyarakat belum tahu esensi
dari koperasi itu sendiri, baik dari sistem permodalan maupun sistem
kepemilikanya. Keadaan seperti ini tentu sangat rentan terhadap penyelewengan
dana oleh pengurus, karena tanpa partisipasi anggota tidak ada kontrol dari
anggota nya sendiri terhadap pengurus.
·
Manajemen koperasi yang belum profesional, ini banyak
terjadi di koperasi koperasi yang anggota dan pengurusnya memiliki tingkat
pendidikan yang rendah.
·
Pemerintah terlalu memanjakan koperasi, ini juga
menjadi alasan kuat mengapa koperasi Indonesia tidak mengalami kemajuan. Selain
merugikan pemerintah bantuan seperti ini pula akan menjadikan koperasi tidak
bisa bersaing karena terus terusan menjadi benalu negara. Seharusnya pemerintah
mengucurkan bantuan dengan sistem pengawasan yang baik, walaupun bentuk dananya
hibah yang tidak perlu dikembalikan. Dengan pengawasan dan bantuan akan
membantu koperasi menjadi lebih profesional, mandiri dan mampu bersaing.
·
Prinsip koperasi Rochdale bagian kerjasama dan
sukarela serta terbuka , tidak dijalankan dengan baik di Indonesia, karena
koperasi Indonesia bersifat tertutup dan terjadi pengkotak kotakan. Keanggotaan
koperasi hanya berlaku untuk yang seprofesi saja dan menyebabkan pergerakan
koperasi tidak maksimal, walaupun sudah di bentuk koperasi sekunder tetapi
belum mampu menyatukan kerja sama antar koperasi yang berbeda beda jenis. Oleh
karena karena itu,sebaiknya pengenalan koperasi kepada masyarakat sebaik
dikenalkan sejak dini,agar masyarakat mengerti dan memahami manfaat dari
koperasi sehingga mereka bisa menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada di
koperasi dengan baik. Selain itu juga harus meningkatkan SDM dengan
kualitas yang bagus baik dari segi pengetahuan, kemampuan dan moral para
anggotanya.
BAB III
PENUTUP
31 Kesimpulan
Masalah diatas sebagai pacuan buat
para generasi muda penerus bangsa agar berperan aktif dalam perkembangan
perkoperasian di Indonesia. Salah satunya adalah dengan mengikut sertakan diri
dalam koperasi, mempelajari dan memahami apa itu koperasi sebenarnya, dan juga
membantu pemerintah dalam memberikan pengetahuan kepada masyarakat yang belum
mengetahui apa manfaat dari koperasi dan apa arti koperasi itu sendiri.
Biasanya yang belum mengetahui hal tersebut adalah masyarakat yang ada di
daerah-daerah pedalaman. Dan untuk masyarakat di kotapun, jangan hanya menjadi
anggota koperasi saja tapi memahami dan mengerti apa itu koperasi. Dan dari
pemerintahnya sendiripun, harus memfasilitasi atau membangun koperasi di
tempat-tempat yang belum terdapat koperasinya, agar masyarakat disana bisa
memnafaatkan manfaat dari koperasi. Dan pemerintahpun juga harus gencar
memberikan sosialisasi kepada masyarakat betapa pentingnya koperasi sebagai
salah satu faktor penyebab kemajuan kegiatan ekonomi Indonesia.
3.2 Saran
Salah satu faktor yang menentukan
keberhasilan sebuah koperasi adalah partisipasi
anggotanya,dan apabila dalam koperasi telah terjadi situasi dimana anggota merasakan tidak adanyamanfaat
maupun nilsi tambah yang dapat diperoleh dengan bergabung di koperasi,
sebagai akibat dari buruknya kinerja manajerial serta pelayanan koperasi, maka
partisipasi dari anggota akan semakin rendah.
Daftar Pustaka
0 komentar:
Posting Komentar